SISTEM PERNAPASAN

A.Pendahuluan
Mengapa fungsi paru-paru mengalami penurunan???
Banyak sebab mengapa fungsi paru-paru mengalami penurunan. faktor degeneratif bertambahnya usia dianggap sesuatu yang normal, alami, atau tidak terlalu berpengaruh. pemicu pertama terjadinya penurunan fungsi paru-paru adalah menurunnya kebugaran atau kesehatan paru-paru. cara termudah untuk mengetahui kondisi paru-paru adalah dengan membaca reaksi tubuh, seperti timblnya batuk.

1. Glikolisis
Glikolisis adalah seranglaian reaksi enzimetis yang memecah glukosa menjadi asam pivurat. Asam pivurat yang di hasilkan akan memasuki mitokondria untuk melakukan “Siklus Krebs”. sebelum memasuki siklus krebs asam pivurat ini diubah terlebih dahulu menjadi asetikal-KoA di dalam matriks mitikondris.

2. Siklus Krebs (siklus asam pivurat)
Sikuls krebs merupakan serangkaian reaksi metabolisme yang mengubah asetil KoA menjadi karbon dioksida. dalam siklus ini, asetil KoA dioksidari secara sempurna.

3. Transpor Elektron
Transpor elektron adalah serangkaian yang melibatkan sistem “carrier electron” (elektron pembawa). elektron di transpor dalam srangkaian reaksi redoks dan di bantu oleh enzim sitokrom,qunion, piridoksin, dan flavoprotein. reaksi elektron ini menghasilkan air.
Berdasarkan kebutuhan akan oksigen, pernapasan seluler, di bagi menjadi pernapasan “aerob” dan pernapasan “anaerob”. pernapasan aerob adalah pernapasan yang menggunakan oksigen, sedangkan pernapasan anaerob tidak membutuhakn oksigen.

B. Sistem pernapasan manusia
Pada manusia organ pernapasannya utamanya adalah paru-paru (pulmol) dan dibantu oleh alat-alat pernapasan lain.

1. Alat pernapasan manusia
Alat pernapasan terbagi enam yaitu:
a. Rongga Hidung
Rongga hidung merupakan tempat yang paling awal dimasuki udara pernapasan. berguna untuk menyaring debu, meletakan kotorn pada rambut hidung, mengatur suhu udara pernapasan, dan menyelediki adanya bau udara. rongga hidung berhubungan dengan tulang dahi, tulang ayak, kelenjar air mata, telinga bagian tengah, serta rongga mulut.

b. Faring
Dari rongga hidung udara pernapasan menuju faring. faing (rongga tekak) merupakan rongga pertigaan ke arah saluran pencernaan (esofagus), saluran pernapasan (batang tenggorok), dan saluran ke rongga hidung.
Mekanisme menelan dan bernapas ini telah diatur sedemikian rupa dengan semacam kutub epiglotis serta gerakan laring keatas sewaktu menelan sehingga saluran ke rongga hidung (saluran pernapasan) tertutup rapat.

c. Laring
Dari faring, udara masuk ke laring. dalam laring terdapat selaput suara yang ketegangannya diatur oelh serabut-serabut otot sehingga dapat mengatur tinggi rendah nada suara yang diperlukan. keras lemahnya suara ditentukan oleh aliran udara yang melewati selaput suara.

d. Trakea
Dinding batang tenggorok (trakea) dan dinding bronkus (cabang batang tenggorok) terdiri atas tiga lapisan sel.lapisan-lapisan itu berturut-berturut dari dalam adalah lapisan epitelium (bersilia dan berlendir), lapisan tulang rawan dengan otot polos, dan lapisan terluar yang terdiri jaringan pengikat. trakea terletak di daerah leher di depan kerongkongan (esofagus). trakea merupakan pipa yang terdiri dari gelang-gelang tulang rawan.

e. Bronkus dan paru-paru
Bronkus ke dalam paru-paru. paru-paru (pulmo) terletak di dalam rongga dada di kanan dan di kiri jantung. paru-paru sebelah kanan terdiri atas tiga kelompok alveolus dan merupakan tiga belahan (tiga lobus). paru-paru sebekah kiri terdiri atas dua belahan paru-paru (dua lobus).

f. Bronkiolus dan Alveolus
Dari bronkus, udara masuk ke cabang bronkus yang semakin halus yang disebut bronkiolus. bronkiolus berakhir sebagai gelembung-gelembung halus yang disebut alveolus. alveolus diselebungi oleh pembuluh darah kapiler tempat terjadinya difusi oleh oksigen dan karbon dioksida.
paru-paru manusia mempunyai 300 juta alveolus. gelembung alveolus inilah yang menyebabkan luas permukaan difusi udara pada paru-paru terlindungi dari gesekan karena adanya cairan linfa diantara kedua selaput pembungkus paru-paru (pleura). tekanan pada rongga pleura atau intratoraks lebih kecil dari pada tekanan udara luar.

2. Proses pernapasan
Proses pengambilan udara masuk ke dalam tubuh disebut “inspirasi” atau menarik napas. pengeluaran udara dari dalam tubuh disebut “ekspirasi” atau mengembuskan napas. ada dua macam mekanisme pernapasan, yaitu pernapasan dada dan pernapasan perut. proses pernapasan terbagi empat yaitu:

a. Inspirasi
Inspirasi terjadi jika otot-otot antar rusuk melakukan “kontraksi” sehingga tulang-tulang rusuk dan tulang dada terangkat ke atas. diafragma atau mendesak rongga perut hingga 5 cm ke bawah. akibatnya, rongga dada membesar. membesarnya rongga dada menyebabkan paru-paru ikut membesar akibatnya tekanan udara dalam paru-paru berkurang sehingga udara luar masuk.

b. Ekspirasi
Ekspirasi terjadi jika otot antar rusuk relaksasi, yaitu tulang rusuk dan tulang dada turun kembali pada kedudukan semula sehingga rongga dada mengecil. ekspirasi juga terjadi jika otot diafragma mengundur kembali pada keduduakan, semula sehingga rongga dada mengecil dan paru-paru pun ikut mengecil. oleh karena volume paru-paru berkurang maka tekanan udara dalam paru- paru bertambah, akibatnya udara keluar.

c. Volume udara pernapasan dalam paru-paru
Dalam keadaan normal, Volume udara inspirasi dan udara ekspirasi, dan disebut udara pernapasan atau “volume tidal”. volume tidal dapat berubah, tergantung aktivitas tubuh. dari 500 ml udara tersebut pada umumnya 350 ml sampai di paru-paru, sedangkan 150 ml hanya sampai di saluran pernapasan.
Kapasitas vital seorang tidak sama, ada yang mencapai 4.000 ml karena dapat menambah udara cadangan ekspirasi (udara suplementer)hingga 2.000 ml tergantung dari kondisi tubuh dan latihan pernapasan. alat untuk mengukur kapasitas vital paru-paru disebut spirometer. bayi dalam kandungan paru-parunya tidak berisi udara. paru-paru bayi akan segera terisi udara saat bayi lahir dan menangis.

d. Gas oksigen dan karbon dioksida
Difusi oksigen dari paru-paru ke sel-sel jaringan tubuh terjadi akibat perbedaan tekanan oksigen. pada waktu tekanan udara luar suatu atmosfer (760 mmHg).oksigen dapat berdifusi ke sel-sel jaringan tubuh. jumlah ini bertambah apabila aktivitas tubuh mengikat pengangkutan osigen dalam tubuhdilakukan oleh plasma darah dan hemoglobin (Hb). hemoglobin dapatmengikat dan melepaskan oksigen dalam reaksi.

3. Kecepatan pernapasan
Kecapatan pernapasan (frekuensi pernapasan) dipengaruhi oleh janis kelamin, suhu tubuh, posisi tubuh, dan kegiatan. frekuensi pernapasan pada orang dewasa normal dan sehat berkisar antara 15-20 per manit. semakin tua umur seseorang, pernapasan lamban.
kekuranagn oksigen menyebabkan kecepatan pernapasan bertambah, sedangkan jika konsentrasi karbon dioksida bertambah, kecepatan pernapasan bertambah pula. gerakan pernapasan diatur oleh sistem syaraf pusat pada medula oblongata (sumsum penyambung) yang terdiri dari pusat inspirasi dan pusat ekspirasi.

C. Kelainan dan gangguan pada sistem pernapasan
Sistem pernapasan dapat mengalami gangguan. gangguan tersebut dapat di sebabkan oleh kuman polusi udara, atau faktor keturunan (genetik). kelainan dan gangguan pada sistem terbagi enam yaitu:

1. Berkurang jumlah hemoglobin
Berkurangnya hemoglobin dalam darah akan menghambat proses penyampaian oksigen ke dalam sel-sel tubuh.

2. Keracunan gas CN dan atau Co
Keracunan gasgas ini menunggu proses pengikutan oksigen oleh darah karena gas Co dan CN memiliki daya ikat jauh lebih tnggi terhadap hemoglobin dari pada daya ikat hemoglobin terhadap oksigen.

3. Kanker paru-paru
Penyakit ini dapat dipicu oleh udara dan polusi asap rokok yang mengandung hidrokarbon termasuk benzopiren.

4. Emfisema
Penyakit paru-paru degeneratif ini terjadi karena jaringan paru-0paru kehilangan elatisitasinya akibat ganguan iaringan elastis dan kerusakan dinding diantara alveoli.

5. Asma
penyakit ini terjadi akibat penyempitan saluran pernapasan. asma di tandai dengan mengi(wheezing), batuk, dan rasa sesak di dada secara berkala atau kronis. serangan asma biasanya lebih berat saat malam dan dini hari, karena saat itu terjadi penyempitan pada bronkus akibat udara dingin.

6. TBC (tuberkolosis)
Tbc dapat mengganggu proses difusi oksigen karena timbunya bintil-bintil kecil pada alveolus yang di sebabkan bakteri my cobacterium tuberkolosis penderita biasanya batuk berat, yang dapat disertai batuk darah dan badan menjadi kurus.

7. Pneumonia
Infeksi bakteri diplococcus pnenmonia menyebabkan penyakit pneumonia (radang paru-paru atau radang dinding alveolus).

8. Radang
Adanya penyumbatan di rongga faring dan laring karena difteri laringitis atau tetanus (kejang otot) sering di tanggulangi dengan melakukan trakeostomo (melubangi trakea).

9. Tonsitis
Tonsotis adalah peradangan pada tonsil (amandel). tonsil adalah kelompok jaringan limfoid yang terdapat di rongga muluit, jika terjadi infeksi melalui mulut atau saluran pernapasan, tonsil akan membengkak (radang).

D. Merokok dan kesehatan
Merokok mengganggu saluran pernapasan, menyebabkan hilangnya nafsu makan, rasa mual, nafas pendek, dan ketidakteraturan detak jantung. peroko berpeluang besar terkena kanker paru- paru, tenggorokan dan lidah. selain itu, perokok juga dapat terkena emfisema dan bronkitis.
Pada saat rokok dibakar , nikotin akan keluar bersama asap rokok. selain mengandung nikotin asap rokok mengandung Senyawa pirimidin, amonia, karbon dioksida, karbon monoksida, asam organik, keton, aldehid, dan tar. semua zat tersebut bersifat mengganggu membran lendir yang terdapat pada mulut dan saluran pernapasan.
Nikotin adalah cairan bening yang menjadi kecoklatan kalau terpapar udara. nikotin dapat masuk ke dalam tubuh melalui paru-paru dan saluran pernapasan jika zat tersebut tercampur air liur dan tertelan. dari seluruh nikotin yang masuk ke dalam tubuh sebanyak 5-15% akan keluar lagi bersama urin tanpa mengalami perubahan.
Sisanya kurang lebih (85%) diubah dalam tubuh menjadi senyawa sederhana dan akan mengalami dekomposisi di dalam hati. dari sekian banyak kandungan zat berbahaya dalam asap rokok, tiga bahan pokok yang paling berbahay bagi kesehatan adalah NIKOTIN, KARBON MONOKSIDA dan TAR.

E. Teknologi yang berkaitan dengan sistem pernapasan.
Berbagai penyakit dan gangguan pernapasan dapat berakibat fatal. saat ini telah di kembangkan berbagai cara untu mengatasi dan mencegahnya.

1. Intubasi endotrakea dan trakeostomi.
Kedua cara ini dilakukan untuk menjaga agar trakea tetap terbuka. Intubasi endotrakea sering di lakukan terhadap pasien yang baru saja operasi.

2. Radiasi menggunakan sinar X
Penyinaran bagian dalam (rontgen) sering di lakukan untuk mendiagnoris penyakit alat pernapasan, misalnya kanker paru-paru.

F. Sistem pernapasan hewan terbagi empat yaitu:
1. Pernapasan pada Insecta
Insecta (serangga) bernafas dengan menggunakan tabung udara yang disebut ( trakea)

2. Pernapasan pada ikan
Ikan bernafas dengan “insang” yang terdapat di sisi kanan dan kiri kepala (kecuali ikan dipnoi yang bernafas dengan paru-paru).

3. Pernapasan pada Amphibia
Alat pernapasan pada amphibia, misalnya katak, berupa paru-paru, kulit, dan insang. pada stadium larva (berudu), hewan ini bernafas dengan insang luar.

4. Pernapasan pada burung
Alat pernapasan pada burung adalah paru-paru. ukuran paru-paru relatif kcil dibandingkan ukuran tubuh burung. paru-paru burung terbentuk oleh bronkus, primer, bronkus sekunder dan pembuluh bronkiolius.