BeljaR yukh,,,!!!! uNtuK mnaMbaH iLmu penGetaHuan Dan unTuk MmrLuas waWasan Qta…….!!!!!!!!

“Ayunkan langkah Anda untuk memulai.
Mulailah dengan apa yang ada dan yang Anda miliki.

Anda akan takjub, perjalanan menuju cita-cita
akan berjalan jauh lebih cepat
dibandingkan jika Anda diam menunggu
segalanya sempurna”.

Ilmu + Aksi + Pertolongan Allah = Dahsyat

BIOLOGI

SISTEM PERNAPASAN

A.Pendahuluan
Mengapa fungsi paru-paru mengalami penurunan???
Banyak sebab mengapa fungsi paru-paru mengalami penurunan. faktor degeneratif bertambahnya usia dianggap sesuatu yang normal, alami, atau tidak terlalu berpengaruh. pemicu pertama terjadinya penurunan fungsi paru-paru adalah menurunnya kebugaran atau kesehatan paru-paru. cara termudah untuk mengetahui kondisi paru-paru adalah dengan membaca reaksi tubuh, seperti timblnya batuk.

1. Glikolisis
Glikolisis adalah seranglaian reaksi enzimetis yang memecah glukosa menjadi asam pivurat. Asam pivurat yang di hasilkan akan memasuki mitokondria untuk melakukan “Siklus Krebs”. sebelum memasuki siklus krebs asam pivurat ini diubah terlebih dahulu menjadi asetikal-KoA di dalam matriks mitikondris.

2. Siklus Krebs (siklus asam pivurat)
Sikuls krebs merupakan serangkaian reaksi metabolisme yang mengubah asetil KoA menjadi karbon dioksida. dalam siklus ini, asetil KoA dioksidari secara sempurna.

3. Transpor Elektron
Transpor elektron adalah serangkaian yang melibatkan sistem “carrier electron” (elektron pembawa). elektron di transpor dalam srangkaian reaksi redoks dan di bantu oleh enzim sitokrom,qunion, piridoksin, dan flavoprotein. reaksi elektron ini menghasilkan air.
Berdasarkan kebutuhan akan oksigen, pernapasan seluler, di bagi menjadi pernapasan “aerob” dan pernapasan “anaerob”. pernapasan aerob adalah pernapasan yang menggunakan oksigen, sedangkan pernapasan anaerob tidak membutuhakn oksigen.

B. Sistem pernapasan manusia
Pada manusia organ pernapasannya utamanya adalah paru-paru (pulmol) dan dibantu oleh alat-alat pernapasan lain.

1. Alat pernapasan manusia
Alat pernapasan terbagi enam yaitu:
a. Rongga Hidung
Rongga hidung merupakan tempat yang paling awal dimasuki udara pernapasan. berguna untuk menyaring debu, meletakan kotorn pada rambut hidung, mengatur suhu udara pernapasan, dan menyelediki adanya bau udara. rongga hidung berhubungan dengan tulang dahi, tulang ayak, kelenjar air mata, telinga bagian tengah, serta rongga mulut.

b. Faring
Dari rongga hidung udara pernapasan menuju faring. faing (rongga tekak) merupakan rongga pertigaan ke arah saluran pencernaan (esofagus), saluran pernapasan (batang tenggorok), dan saluran ke rongga hidung.
Mekanisme menelan dan bernapas ini telah diatur sedemikian rupa dengan semacam kutub epiglotis serta gerakan laring keatas sewaktu menelan sehingga saluran ke rongga hidung (saluran pernapasan) tertutup rapat.

c. Laring
Dari faring, udara masuk ke laring. dalam laring terdapat selaput suara yang ketegangannya diatur oelh serabut-serabut otot sehingga dapat mengatur tinggi rendah nada suara yang diperlukan. keras lemahnya suara ditentukan oleh aliran udara yang melewati selaput suara.

d. Trakea
Dinding batang tenggorok (trakea) dan dinding bronkus (cabang batang tenggorok) terdiri atas tiga lapisan sel.lapisan-lapisan itu berturut-berturut dari dalam adalah lapisan epitelium (bersilia dan berlendir), lapisan tulang rawan dengan otot polos, dan lapisan terluar yang terdiri jaringan pengikat. trakea terletak di daerah leher di depan kerongkongan (esofagus). trakea merupakan pipa yang terdiri dari gelang-gelang tulang rawan.

e. Bronkus dan paru-paru
Bronkus ke dalam paru-paru. paru-paru (pulmo) terletak di dalam rongga dada di kanan dan di kiri jantung. paru-paru sebelah kanan terdiri atas tiga kelompok alveolus dan merupakan tiga belahan (tiga lobus). paru-paru sebekah kiri terdiri atas dua belahan paru-paru (dua lobus).

f. Bronkiolus dan Alveolus
Dari bronkus, udara masuk ke cabang bronkus yang semakin halus yang disebut bronkiolus. bronkiolus berakhir sebagai gelembung-gelembung halus yang disebut alveolus. alveolus diselebungi oleh pembuluh darah kapiler tempat terjadinya difusi oleh oksigen dan karbon dioksida.
paru-paru manusia mempunyai 300 juta alveolus. gelembung alveolus inilah yang menyebabkan luas permukaan difusi udara pada paru-paru terlindungi dari gesekan karena adanya cairan linfa diantara kedua selaput pembungkus paru-paru (pleura). tekanan pada rongga pleura atau intratoraks lebih kecil dari pada tekanan udara luar.

2. Proses pernapasan
Proses pengambilan udara masuk ke dalam tubuh disebut “inspirasi” atau menarik napas. pengeluaran udara dari dalam tubuh disebut “ekspirasi” atau mengembuskan napas. ada dua macam mekanisme pernapasan, yaitu pernapasan dada dan pernapasan perut. proses pernapasan terbagi empat yaitu:

a. Inspirasi
Inspirasi terjadi jika otot-otot antar rusuk melakukan “kontraksi” sehingga tulang-tulang rusuk dan tulang dada terangkat ke atas. diafragma atau mendesak rongga perut hingga 5 cm ke bawah. akibatnya, rongga dada membesar. membesarnya rongga dada menyebabkan paru-paru ikut membesar akibatnya tekanan udara dalam paru-paru berkurang sehingga udara luar masuk.

b. Ekspirasi
Ekspirasi terjadi jika otot antar rusuk relaksasi, yaitu tulang rusuk dan tulang dada turun kembali pada kedudukan semula sehingga rongga dada mengecil. ekspirasi juga terjadi jika otot diafragma mengundur kembali pada keduduakan, semula sehingga rongga dada mengecil dan paru-paru pun ikut mengecil. oleh karena volume paru-paru berkurang maka tekanan udara dalam paru- paru bertambah, akibatnya udara keluar.

c. Volume udara pernapasan dalam paru-paru
Dalam keadaan normal, Volume udara inspirasi dan udara ekspirasi, dan disebut udara pernapasan atau “volume tidal”. volume tidal dapat berubah, tergantung aktivitas tubuh. dari 500 ml udara tersebut pada umumnya 350 ml sampai di paru-paru, sedangkan 150 ml hanya sampai di saluran pernapasan.
Kapasitas vital seorang tidak sama, ada yang mencapai 4.000 ml karena dapat menambah udara cadangan ekspirasi (udara suplementer)hingga 2.000 ml tergantung dari kondisi tubuh dan latihan pernapasan. alat untuk mengukur kapasitas vital paru-paru disebut spirometer. bayi dalam kandungan paru-parunya tidak berisi udara. paru-paru bayi akan segera terisi udara saat bayi lahir dan menangis.

d. Gas oksigen dan karbon dioksida
Difusi oksigen dari paru-paru ke sel-sel jaringan tubuh terjadi akibat perbedaan tekanan oksigen. pada waktu tekanan udara luar suatu atmosfer (760 mmHg).oksigen dapat berdifusi ke sel-sel jaringan tubuh. jumlah ini bertambah apabila aktivitas tubuh mengikat pengangkutan osigen dalam tubuhdilakukan oleh plasma darah dan hemoglobin (Hb). hemoglobin dapatmengikat dan melepaskan oksigen dalam reaksi.

3. Kecepatan pernapasan
Kecapatan pernapasan (frekuensi pernapasan) dipengaruhi oleh janis kelamin, suhu tubuh, posisi tubuh, dan kegiatan. frekuensi pernapasan pada orang dewasa normal dan sehat berkisar antara 15-20 per manit. semakin tua umur seseorang, pernapasan lamban.
kekuranagn oksigen menyebabkan kecepatan pernapasan bertambah, sedangkan jika konsentrasi karbon dioksida bertambah, kecepatan pernapasan bertambah pula. gerakan pernapasan diatur oleh sistem syaraf pusat pada medula oblongata (sumsum penyambung) yang terdiri dari pusat inspirasi dan pusat ekspirasi.

C. Kelainan dan gangguan pada sistem pernapasan
Sistem pernapasan dapat mengalami gangguan. gangguan tersebut dapat di sebabkan oleh kuman polusi udara, atau faktor keturunan (genetik). kelainan dan gangguan pada sistem terbagi enam yaitu:

1. Berkurang jumlah hemoglobin
Berkurangnya hemoglobin dalam darah akan menghambat proses penyampaian oksigen ke dalam sel-sel tubuh.

2. Keracunan gas CN dan atau Co
Keracunan gasgas ini menunggu proses pengikutan oksigen oleh darah karena gas Co dan CN memiliki daya ikat jauh lebih tnggi terhadap hemoglobin dari pada daya ikat hemoglobin terhadap oksigen.

3. Kanker paru-paru
Penyakit ini dapat dipicu oleh udara dan polusi asap rokok yang mengandung hidrokarbon termasuk benzopiren.

4. Emfisema
Penyakit paru-paru degeneratif ini terjadi karena jaringan paru-0paru kehilangan elatisitasinya akibat ganguan iaringan elastis dan kerusakan dinding diantara alveoli.

5. Asma
penyakit ini terjadi akibat penyempitan saluran pernapasan. asma di tandai dengan mengi(wheezing), batuk, dan rasa sesak di dada secara berkala atau kronis. serangan asma biasanya lebih berat saat malam dan dini hari, karena saat itu terjadi penyempitan pada bronkus akibat udara dingin.

6. TBC (tuberkolosis)
Tbc dapat mengganggu proses difusi oksigen karena timbunya bintil-bintil kecil pada alveolus yang di sebabkan bakteri my cobacterium tuberkolosis penderita biasanya batuk berat, yang dapat disertai batuk darah dan badan menjadi kurus.

7. Pneumonia
Infeksi bakteri diplococcus pnenmonia menyebabkan penyakit pneumonia (radang paru-paru atau radang dinding alveolus).

8. Radang
Adanya penyumbatan di rongga faring dan laring karena difteri laringitis atau tetanus (kejang otot) sering di tanggulangi dengan melakukan trakeostomo (melubangi trakea).

9. Tonsitis
Tonsotis adalah peradangan pada tonsil (amandel). tonsil adalah kelompok jaringan limfoid yang terdapat di rongga muluit, jika terjadi infeksi melalui mulut atau saluran pernapasan, tonsil akan membengkak (radang).

D. Merokok dan kesehatan
Merokok mengganggu saluran pernapasan, menyebabkan hilangnya nafsu makan, rasa mual, nafas pendek, dan ketidakteraturan detak jantung. peroko berpeluang besar terkena kanker paru- paru, tenggorokan dan lidah. selain itu, perokok juga dapat terkena emfisema dan bronkitis.
Pada saat rokok dibakar , nikotin akan keluar bersama asap rokok. selain mengandung nikotin asap rokok mengandung Senyawa pirimidin, amonia, karbon dioksida, karbon monoksida, asam organik, keton, aldehid, dan tar. semua zat tersebut bersifat mengganggu membran lendir yang terdapat pada mulut dan saluran pernapasan.
Nikotin adalah cairan bening yang menjadi kecoklatan kalau terpapar udara. nikotin dapat masuk ke dalam tubuh melalui paru-paru dan saluran pernapasan jika zat tersebut tercampur air liur dan tertelan. dari seluruh nikotin yang masuk ke dalam tubuh sebanyak 5-15% akan keluar lagi bersama urin tanpa mengalami perubahan.
Sisanya kurang lebih (85%) diubah dalam tubuh menjadi senyawa sederhana dan akan mengalami dekomposisi di dalam hati. dari sekian banyak kandungan zat berbahaya dalam asap rokok, tiga bahan pokok yang paling berbahay bagi kesehatan adalah NIKOTIN, KARBON MONOKSIDA dan TAR.

E. Teknologi yang berkaitan dengan sistem pernapasan.
Berbagai penyakit dan gangguan pernapasan dapat berakibat fatal. saat ini telah di kembangkan berbagai cara untu mengatasi dan mencegahnya.

1. Intubasi endotrakea dan trakeostomi.
Kedua cara ini dilakukan untuk menjaga agar trakea tetap terbuka. Intubasi endotrakea sering di lakukan terhadap pasien yang baru saja operasi.

2. Radiasi menggunakan sinar X
Penyinaran bagian dalam (rontgen) sering di lakukan untuk mendiagnoris penyakit alat pernapasan, misalnya kanker paru-paru.

F. Sistem pernapasan hewan terbagi empat yaitu:
1. Pernapasan pada Insecta
Insecta (serangga) bernafas dengan menggunakan tabung udara yang disebut ( trakea)

2. Pernapasan pada ikan
Ikan bernafas dengan “insang” yang terdapat di sisi kanan dan kiri kepala (kecuali ikan dipnoi yang bernafas dengan paru-paru).

3. Pernapasan pada Amphibia
Alat pernapasan pada amphibia, misalnya katak, berupa paru-paru, kulit, dan insang. pada stadium larva (berudu), hewan ini bernafas dengan insang luar.

4. Pernapasan pada burung
Alat pernapasan pada burung adalah paru-paru. ukuran paru-paru relatif kcil dibandingkan ukuran tubuh burung. paru-paru burung terbentuk oleh bronkus, primer, bronkus sekunder dan pembuluh bronkiolius.

FIQIH

SUMBER HUKUM ISLAM

A. Sumber Pokok
1. Al-Quran Sumber Hukum Islam Pertama
Menurut bahasa “Al-Quran” berarti bacaan yang dibahas maqru. kemudian kata “Al-Quran” itu di gunakan sebagai nama bagi suci terakhir yang di turunkan kepada Nabi Muhammad Saw. Adapun menurut istilah “Al-Quran” adalah firman Allah Swt yang di turunkan kepada Nabi Muhammad Saw, yang mengandung nilai mukjizat yang ditulis dalam musaf dengan jaln mutawatir dan membacanya dinilai sebagai ibadah.
Di dalam “Al-Quran” ada tiga jenis hukum: hum yang pertama berhubungan dengan ibadah (Tauhid) hukum yang berhubungan dengan syariat (Hukum Fiqih) dan hukum yang berhubungan dengan ahklaq (Budi Pekrti). dalam menerapkan hukum, Al-Quran memberikan ketentuan-ketentuan dengan cara yang sangat bijaksana, yaitu: dengan cara berangsur-angsur dan memuat kandungan hukum yang bersifat luwes, fleksibel, dan pokok-pokok saya.

2. Sunnah Sumber Hukum Kedua
Al-Sunnah menurut bahasa berarti (kebiasaan). Al-Sunnah adalah segala sesuatu yang diperhatiakn, dilarang, atau dianjurkan oleh Rosulullah Saw. baik berupa perkataan, perbuatan, maupun ketetapan.
Maka Sunnah terbagi tiga: Sunnah Qauliyah, Sunnah Fi’liyah dan Sunnah Taqririyah. jadi jelas bahwa semua yang ada pada diri Rosulullah Saw, adalah sebagai suri tauladan bagi ummatnya. dapat kita pahami bahwa Al-Sunnah merupakan salah satu sumber hukum islam yang wajib ditaati oleh umat islam sebagaimana mereka menaati terhadap ketentuan-ketentuan yang ada dalam Al-Quran.

B. Sumber Pelengkap

A. Pengertian Ijtihad
1. Ijtihad
Ijtihad adalah perbuatan menggali hukum syari’iyyah dan dalil-dalilnya yang terperinci dalam syariatnya. orang yang melakukan Ijtihad disebut Mujtahid. Ijtihad mempunyai peranan yang sangat penting dalam penetapan status hukum suatu masalah yang tidak faham belum ada hukumnya secara rinci baik dalam Al-Quran,maupun Al-Sunnah. tanpa Ijtihad banyak masalah yang dihadapi manusia tidak dapat dipecahkan karena tidak diketemukan hukumnya dalam kedua sumber pokok tersebut.

B. Hukum Ijtihad
Menurut Syeikh Muhammad Khudri bahwa hukum Ijtihad itu dapat dikelompokan menjadi tiga:
1.Wajib’ Ain
2. Wajib kifayah
3. Sunnah

C. Syarat-syarat Ijtihad
Ijtihad itu tidak bisa dilakukan oleh setiap orang. seseorang diperbolehkan melakukan Ijtihad bila syarat-syaratnya Ijtihad dipenuhi. Syarat-syaratnya terbagi tiga yaitu:
1. Syarat umum
2. Syarat-syarat khusus
3. Syarat-syarat pelengkap

2. Ijma’
A. Pengertian Ijma’
Ijma’ berarti sepakat setuju atau sependapat. sedangkan menurut istilah yang dimaksud dengan Ijma’ ialah kesamaan pendapat para mujtahid umat nabi Muhammad Saw, setelah beliau wafat, pada suatu masa tertentu tentang masalh tertentu. kesepakatan ulama ini dapat dibagi tiga macam:
1. Dengan Ucapan
2. Dengan Perbuatan
3. Dengan Diam

B. maca-macam Ijma’
Ijma’ terbagi dua, yaitu:
1. Ijma’ Sharih
2. Ijma’ Sukuti

C. kedudukan Ijma’ Sebagai Sumber Hukum
Kebanyakan ulama menetapkan bahwa Ijma’ dapat dijadikan hujjah dan sumber hukum islam dalam menetapkan suatu hukum dengan nilai kehujjaan bersifat zhanny. apabila mujtahid telah sepakat terhadap ketetapan hukum suatu peristiwa atau masalah, maka mareka wajib ditaati oleh ummat.
Hukum yang disepakati itu adalah hasil mujtahid umat islam, karenanya pada hakekatnya hkum ini adalah hukum umat yang dibicarakan oleh mujtahid.

D. Sebab-sebab Dilakukan Ijma’
1. Karena adanya persoalan-persoalan yang harus dicarikan status huumnya.
2. Karena Nas baik yang berupa Al-Quran maupun Al-Sunnah sudah tidak turun lagi atau telah berhenti.
3. Karena pada massa itu jumlah mujtahid tidak terlalu banyak.
4. Diantara para mujtahid belum timbul perpecahan dan kalaulah ada perselisihan pendapat masih mudah dipersatukan.

3. Qiyas
A. Pengertian Qiyas
Qiyas menurut bahasa berarti mengukur, atau memprbandingkan sesuatu dengan lainnya dikarenakan adanya persamaan. menurut istilah Qiyas adalah menetapkan hukum sesuatu yang belum ada ketentuannya huumnya dalam nash dengan mempersamakan sesuatu yang telah ada status hunya dalam Nash, adapun macam-macamnya Qiyas ada empat:
1. Qiyas Anlawi
2. Qiyas Musawi
3. Qiyas Dilallah
4. Qiyas Syibh

B. Kedudukan Qiyas Dalam Sumber Hukum
Menurut para ulama kenamaan bahwa qiayar itu marupakan hujja syar’iy,sebab dalam suatu peristiwa bila tidak terdapat hkunya yang berdasarkan Nas, maka peristiwa itu dilaksanakan dengan peristiwa lain yang mempunyai kesamaan dan telah ada ketetapan hukumnya dalam Nas.

C. Seba-sebab Dilakukan Qiyas
Diantara sebab-sebab dilakuannya Qiyas adalah:
1. Karena adanya persoalan-persoalan yang harus dicarikan status hukumnya.
2. Karena Nash baik berupa Al-Quran maupun Al-Sunnah telah berakhir dan tidak turun lagi.
3. Karena adanya persamaan illat antara peristiwa yang belum ada hukumnya dengan peristiwa yang hukumnya telah ditentukan oleh nas.

4. Ittiba’ Dan Taqlid
A. Pengertian Ittiba’ dan Taqlid
Ittiba’ menurut bahasa berarti mengikuti atau menurut. sedangkan menurut istilah ialah mengikuti atau menurut semua yang diperhatikan, yang dilarang, dan yang dibenarkan oleh Rosulullah Saw.

B. Persamaan Dan Perbedaan Antara Ittiba’ dan Taqlid
* Persamaannya:
# Keduanya termasuk perbuatan mengikuti
* Perbedaannya:
# Dalam Ittiba’ bahwa orang yang mengikuti mengetahui
sumber yang dijadikan dasar oleh orang yang diikuti dalam
mengemukakan pendapatnya.
# Dalm Taqlid bahwa orang yang mengikuti tidak mengetahui
sumber yang dijadikan dasar oleh orang yang diikuti dalam
mengemukakan pendapatnya.

C. Hukum Ittiba’ dan Taqlid
Hukum ittiba’ dan Taqlid terbagi dua yaitu:
1. Ittiba’ kepada Allah dan Rosul
2. Ittiba’ kepada selain Allah dan Rosul

D. Hukum Taqlid
Para ulama membagi hukum Taqlid menjadi tiga yaitu:
a. haram
b. Boleh
c. Wajib

5. Tarjih Dan Talfiq
A. Pengertian Tarjih dan Talfiq
Tarjih menurut bahasa berarti “sesuatu”. sedangkan menurut istilah ialah menguatkan salah satu dalil atas dalil lainnya. sedangkan Talfik menurut bahasa berarti “menyambungkan dua tepi yang berbeda”. menurut istilah ialah mengikuti hukum tentang satu peristiwa dengan mengambil pendapat dari berbagai madzhab.

B. Hukum Talfiq
pada dasarnya Talfiq tidak dilarang oleh agama selama tujuan melaksanakan Talfiq itu semata-mata untuk melaksanakan pendapat yang paling kuat, dalam arti setelah meneliti dasar hukum beberapa pendapat ulama dalam suatu masalah kemudian mengambil sebagian pendapat dari satu ulama dan sebagian yang lain dari ulama lainnya di anggap paling kuat dasarnya.

C. Perbandingan Antara Tarjih dan Talfiq
1. Persamannya:
a. Masalah yang hukumnya yang akan ditetapkan mencakup masala-masalah yang masih dalam perbedaan ulama,
b. Tarjih dan Talfiq termasuk lapangan Ijtihad
2. Perbedaannya:
a. Tujuan diadakan Tarjih untuk menetapkan salah satu dalil yang paling kuat diantara dalil-dalil yang ada didalam satu masalah. sedangkan pada Talfiq menggabungkan beberapa pendapat madzhab dalam satu masalah dengan jalan mengambil sebagian pendapat suatu mazdhab dan meninggalkan sebagian yang lain.
b. Dalam Tarjih tidak ada kemungkinan mencari yang lebih ringan dari dalil-dalil yang ada, sedangkan dalam Talfiq ada kecenderungan mencari yang lebih ringan dari beberapa pendapat madzhab.

6. Fatwa
Fatwa adalah jawaban berdasarkan Ijtihad pertanyaan mengenai hukum suatu peristiwa yang belum jelas hukumnya. jawaban mujtahid berdasarkan kesimpulan dinamakan Fatwa dan Mujtahid yang berfatwa disebut Mufti.

BAHASA INDONESIA

Sejarah Fungsi Kedudukan Dan Ragam Bahasa Indonesia

A. Sejarah Singkat Perkembangan Bahasa Indonesia
Bahasa Indonesia yang digunakan sekarang ini berinduk kepada bahasa Melayu. salah satu faktor yang memungkinkan diangkatnya bahasa Melayu menjadi bahasa Indonesia adalah bahasa Melayu telah lama menjadi “lingua Franca” di Indonesia, di samping sebagai bahasa resmi di kerajaan-kerajaan Melayu dan Sriwijaya.
Dengan datangnya orang-orang Eropa ke nusantara, perkembangan dan penyebaran bahasa Melayu semakin menguntungkan. Dewasa ini bahasa Indonesia merupakan bahasa nasional, bahasa negara, maupun bahasa resmi bagi negara dan warga masyarakat Indonesia. kedudukan bahasa Indonesia ini sudah semakin mapan lagi setelah diadakan seminar politik nasional di jakarta yang berlangsung tanggal 25 sampai dengan 28 februari 1975.

B. Fungsi Bahasa Indonesia
Betapa pentingnya bahasa bagi manusia kiranya tidak perlu diragulan lagi. hal itu tidak saja dapat dibuktikan dengan menunujuk pemakaian bahasa dalam kehidupan sehari-hari, tetapi juga dapat dibuktikan dengan banyaknya perhatian para ilmuwan dan praktisi terhadap bahasa.
Dalam literatur bahasa, para ahli umumnya merumuskan fungsi bahasa bagi setiap orang ke dalam empat fungsi, yaitu:
1) sebagai alat/madia komunikasi
2) sebagai alat untuk ekspresi diri
3) sebagai alat integrasi dan adaptasi sosial
4) sebagai alat kontrol sosial
kalau kita cermati, sebenarnya ada satu lagi fungsi bahasa yang selama ini kurang disadari oleh sebagaian anggota masyarakat, yaitu sebagai alat untuk berpikir. seperti kita ketahui, ilmu tentang cara berpikir adalah logika.

C. Kedudukan Bahasa Indoesia
Bahasa Indonesia mempunyai dua kedudukan yaitu sebagai bahasa nasional dan sebagai bahasa negara. dalam kedudukannya sebagai bahasa nasional, bahasa Indonesia berfungsi sebagai:
1) Lambang kebanggaan nasional
2) Lambang identitas nasioanal
3) Alat yang memungkinkan penyatuan berbagai suku bangsa yang latar belakang sosial budaya dan bahasanya masing-masing ke dalam kesatuan kebangsaan Indonesia, dan
4) Alat perhubungan antardarah dan antarbudaya.
Dalam kedudukan sebagai bahasa negara, bahasa Indonesia berfungsi sebagai:
1) Bahasa resmi kenegaraan
2) Bahasa pengantar di dalam dunia pendidikan
3) Sebagai alat perhubungan pada tingkat nasional untuk kepentingan perencenaan dan pelaksanaan pembangunan nasional serta kepentingan pemerintah, dan
4) Alat pengembangan kebudayaan, ilmu pengetahuan, dan teknologi.

D. Ragam Bahasa
Pada kenyataannya, bahasa adalah sesuatu yang kaya dengan ragam-ragan (veriety) dalam aktualissasinya. dalam bahasa Indonesia ditemukan sejumlah ragam bahasa. Ragam bahasa merupakan salah satu dari sejumlah variasi yang terdapat dalam pemakaian bahasa. variasi itu muncul karena pemakai bahasa memerlukan alat komunikasi yang sesuai dengan situasi dengan kondisinya.
Ragam bahasa sangat banyak jumlahnya karena penggunaan bahasa sebagai alat komunikasi tidak terlepas dari latar budaya penutur yang berbeda-beda. Ragam lisan sudah barang tentu berbeda dengan ragam tulis. dalam praktik pemakaian, kedua ragam utama itu dibedakan secara tajam menjadi ragam baku dan ragam tak baku.
Kelompok ragam yang paling banyak variannya adalah ragam berdasarkan topik pembicaraannya. faktor pembeda antara ragam yang satu dan ragam yang lainnya adalah pemakaian kata atau istilah khusus sesuai dengan topik masing-masing.

E. Ragam Bahasa Indonesia Baku
1. Hakikat Ragam Bahasa Indonesia Baku
pengembangan bahasa Indonesia memang merupakan salah satu segi pembangunan bangsa Indonesia. pengembangan bahsa Indonesia dengan demikian harus mengikuti arus perkembangan masyarakat itu sendiri. oleh karena itu, terjadinya perubahan bahasa merupakan konsekuensi logis dari perubahan masyarakat itu. Tiap-tiap bahasa mempunyai kaidah-kaidah tertentu, baik berupa kaidah ketatabahasan maupu kaidah kekosakataan.
Perihal ragam baku bahasa Indonesia sudah selayaknya terus dipelajari dan diterapkan dalan dunia pendidikan. Salah satu yang dianggap mendasar berkaitan dengan hal tersebut adalah penggunaan pedoman pengajaran bahasa Indonesia seperti Kamus Besar Bahasa Indonesia, Pedoman Umum Pembentukan Istilah Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan, dan Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia.

2. Ciri Ragam Bahasa Indonesia Baku
Bahasa baku perlu memiliki sifat kemantapan dinamis yang berupa kaidah dan aturan yang tetap. kemantapan tersebut cukup terbuka untuk perubahan yang bersistem khususnya berkaitan dengan kosakata dan peristilahan serta untuk perkembangan jenis ragam dan gaya di bidang kalimat dan makna. ciri-ciri bahasa Indonesia baku, yakni:
a) Memakai ucapan baku (pada bahasa lisan)
b) Memakai ejaan resmi (sekarang Ejaan Bahasa gramatikal
yang Disempurnakan
c) Terbatasnya unsur daerah, baik leksikal maupun gramatikal.
misalnya:
# Bahasa Indonesia tidak baku
* Mobilnya orang itu mewah.

# Bahasa Indonesia baku
* Mobil orang itu mewah.
d) Pemakaian fungsi gramatikal (subjek, predikat, dan
sebagainya) misalnya:
# Bahasa Indonesia tidak baku
* Kemarin Dedy dari Solo.
# Bahasa Indonesia baku
* Kemarin Dedy datang dari Solo.